Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran dengan menghimpun dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan. Sepanjang 2026, komitmen pembangunan infrastruktur yang berhasil dihimpun mencapai Rp31,55 miliar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pembiayaan inovatif yang diterapkan Pemkab Dharmasraya di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani. Melalui kolaborasi dengan perusahaan yang beroperasi di daerah, pembangunan infrastruktur dasar tetap dapat berjalan meski ruang fiskal pemerintah daerah terbatas.
Dana CSR tersebut dialokasikan untuk pembangunan dan rehabilitasi sembilan ruas jalan di sejumlah wilayah Kabupaten Dharmasraya. Program yang telah berjalan di antaranya peningkatan Jalan Pinang Makmur–PT Bina, Batu Kangkung–Lubuk Besar, Abai Siat–Batas Solok Selatan/Koto Gadang, rehabilitasi jalan menuju Sport Center Dharmasraya, pembangunan Jalan Lingkar Sopan Jaya, hingga peningkatan ruas Piruko Barat–Padang Tarok, Sinamar–Sungai Limau, dan Wonotiung–Koto Salak.
Terbaru, Pemkab Dharmasraya kembali memperoleh komitmen CSR sekitar Rp6,6 miliar dari sejumlah perusahaan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur. Kesepakatan tersebut mencakup peningkatan Jalan Piruko Barat–Padang Tarok, Jalan Bukik Bajang–Padang Tarok, pembangunan Jalan Lingkar Sopan Jaya, serta rehabilitasi jalan menuju Sport Center Dharmasraya dan SMKN 1 Koto Padang.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengatakan pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan APBD, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Karena itu, pemerintah daerah perlu menghadirkan terobosan dengan mengoptimalkan sumber pembiayaan alternatif melalui kemitraan dengan dunia usaha.
“Kami tidak ingin keterbatasan fiskal menjadi alasan tertundanya pembangunan. Karena itu, kami membangun kolaborasi dengan dunia usaha melalui skema pembiayaan inovatif agar kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat tetap dapat dipenuhi,” kata Annisa, dikutip Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, program CSR menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta.
Annisa berharap kolaborasi tersebut terus berkembang sehingga semakin banyak pembangunan yang dapat direalisasikan melalui dukungan dunia usaha. Ia menilai sinergi pemerintah dan perusahaan merupakan bentuk gotong royong dalam menghadirkan pembangunan yang merata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Dharmasraya. (HER)















































