PT Semen Padang Serahkan 3.300 Bibit Mangrove, Dukung Gerakan Tobat Ekologis di Sumbar

9 hours ago 7

Langgam.id – PT Semen Padang menyerahkan sebanyak 3.300 bibit mangrove kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan mitigasi bencana hidrometeorologi di kawasan pesisir.

Penyerahan bibit mangrove dilakukan Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, kepada Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan disaksikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Muhammad Jumhur Hidayat.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangkaian Peninjauan Inovasi HSSEC Green Campus dan Penanaman Pohon sebagai wujud Gerakan Tobat Ekologis di lingkungan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumbar, Korong Tiram, Nagari Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (14/7/2026) lalu.

Sebanyak 3.300 bibit mangrove itu selanjutnya akan ditanam di sejumlah kawasan pesisir di Sumatera Barat. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem pesisir, mengurangi risiko abrasi dan bencana hidrometeorologi, sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, mengatakan mangrove memiliki peran penting dalam melindungi garis pantai dari abrasi dan hempasan ombak, sekaligus menjadi habitat yang mendukung keberlangsungan ekosistem pesisir.

“Bibit mangrove ini tidak hanya melindungi pantai dari abrasi dan hempasan ombak, tetapi juga menjaga kelestarian hutan pesisir, memperkuat ekosistem laut, dan selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan hutan berkelanjutan serta perlindungan keanekaragaman hayati,” ujarnya.

Menurut Andria, pengembangan kawasan mangrove, termasuk di kawasan wisata Sungai Pinang, juga memiliki potensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan wisata berbasis lingkungan.

Ia berharap kolaborasi antara PT Semen Padang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berlanjut dalam mendukung Gerakan Tobat Ekologis serta berbagai program pelestarian lingkungan lainnya.

“Semoga sinergi yang kita bangun antara PT Semen Padang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, sekaligus mendukung gerakan Tobat Ekologis yang sedang dicanangkan,” katanya.

Bagi PT Semen Padang, program penghijauan tersebut merupakan bagian dari implementasi prinsip keberlanjutan perusahaan yang menempatkan aspek lingkungan dan tanggung jawab sosial sebagai bagian penting dari operasional perusahaan.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk PT Semen Padang, dalam menyukseskan Gerakan Tobat Ekologis di Sumatera Barat.

Menurutnya, gerakan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk semakin serius menghadapi berbagai ancaman kerusakan lingkungan dan bencana.

“Dengan tema kawasan Tobat Ekologis, ini membuktikan bahwa kita harus serius melakukan langkah-langkah antisipasi,” ujar Mahyeldi.

Ia meyakini kehadiran Menteri Lingkungan Hidup akan semakin memperkuat implementasi Gerakan Tobat Ekologis sehingga dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai institusi di Sumatera Barat.

Pada kesempatan itu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Muhammad Jumhur Hidayat mengingatkan dunia saat ini tengah menghadapi tiga krisis lingkungan global, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta persoalan polusi dan limbah.

Menurutnya, Gerakan Tobat Ekologis bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk mengubah cara pandang manusia terhadap alam.

“Banjir datang lebih sering, suhu udara terus meningkat, kualitas air menurun, dan ruang hidup berbagai spesies semakin menyempit. Krisis lingkungan yang kita saksikan hari ini sesungguhnya adalah cermin dari cara manusia memandang alam, bukan sebagai rumah bersama, melainkan sekadar sumber daya yang dapat dieksploitasi tanpa batas,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep Tobat Ekologis sejalan dengan pendekatan ekoteologi yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab moral sekaligus spiritual.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman pohon kelapa di kawasan Poltekpel Sumbar yang dilakukan Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat, Gubernur Mahyeldi Ansharullah, dan Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa.

Melalui penyerahan ribuan bibit mangrove tersebut, PT Semen Padang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Sumatera Barat. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |