Langgam.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) 2026 membangun “Apotek Hidup” melalui program penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok.
Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan.
Ketua KKN Batu Bajanjang II, Michael Try Saputra Angandowa Lase, mengatakan program TOGA mendapat sambutan positif dari pemerintah nagari dan masyarakat setempat.
“Puji syukur program utama kami berupa Tanaman Obat Keluarga (TOGA) diterima dengan baik oleh pihak nagari dan masyarakat. Kami berharap program ini benar-benar dapat dimanfaatkan serta menjadi contoh bagi masyarakat sekitar,” ujar Michael, dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut dilatarbelakangi masih terbatasnya akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan serta belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan. Melalui program ini, mahasiswa KKN berupaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera.
Berbeda dengan program TOGA pada umumnya, mahasiswa KKN UNP menghadirkan inovasi berupa sistem “Zonasi Herbal Terintegrasi”. Setiap tanaman obat dilengkapi papan informasi berisi manfaat dan cara pengolahannya, sehingga masyarakat tidak hanya menanam, tetapi juga memahami khasiat setiap tanaman.
Selain itu, warga diberikan edukasi mengenai teknik budidaya tanaman obat secara organik di lahan terbatas agar hasil panennya lebih higienis dan berkualitas.
Program yang berlangsung sejak 6 Juli hingga 6 Agustus 2026 ini menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Berdasarkan survei tim KKN, sebanyak 85 persen rumah tangga di jorong percontohan telah memiliki taman TOGA secara mandiri. Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman herbal juga meningkat dari 30 persen menjadi 90 persen setelah pendampingan dilakukan.
Wali Nagari Batu Bajanjang, Ulil Amri, mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN UNP dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa UNP. Program TOGA ini tidak hanya menghijaukan nagari, tetapi juga memberikan kemandirian bagi warga dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dasar. Ke depan, program ini akan kami lanjutkan di setiap jorong melalui sosialisasi bersama kader PKK,” katanya.
Sebagai upaya menjaga keberlanjutan program, Pemerintah Nagari Batu Bajanjang berencana menggelar lomba “Pekarangan Sehat” antarkampung untuk mendorong masyarakat terus membudidayakan tanaman obat keluarga.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN UNP, Pemerintah Nagari, dan kader PKK diharapkan mampu memperkuat budaya hidup sehat berbasis kearifan lokal sekaligus mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri dalam menjaga kesehatan keluarga. (HER)
















































