Kukuhkan 7 Guru Besar Baru, Rektor UNAND Dorong Lahirkan Inovasi yang Bisa Diimplementasikan

7 hours ago 14

Langgam.id – Rektor Universitas Andalas (UNAND), Efa Yonnedi, menegaskan bahwa guru besar tidak cukup hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga harus mampu melahirkan inovasi yang dapat diimplementasikan untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.

Pesan itu disampaikan Efa saat pengukuhan tujuh guru besar baru Universitas Andalas di Convention Hall Kampus Limau Manis, Padang, Sabtu (27/6/2026). Dengan penambahan tersebut, UNAND kini memiliki 230 guru besar yang tersebar di 15 fakultas.

Menurut Efa, pengukuhan guru besar bukanlah akhir dari perjalanan akademik seorang dosen, melainkan awal dari amanah yang lebih besar sebagai pemimpin intelektual di lingkungan perguruan tinggi.

“Guru Besar memiliki posisi strategis sebagai pemimpin intelektual yang mampu mengarahkan pengembangan keilmuan sekaligus membangun ekosistem akademik yang unggul, kolaboratif, dan berdampak,” ujarnya.

Ia mengatakan, di tengah perubahan global yang berlangsung cepat, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan berkualitas. Universitas juga dituntut menghadirkan solusi atas berbagai persoalan melalui riset dan inovasi.

Karena itu, Efa mendorong para guru besar untuk memperkuat penelitian yang tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga menghasilkan inovasi yang bisa diterapkan secara nyata.

“Kami berharap para Guru Besar tidak hanya produktif menghasilkan publikasi bereputasi, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang dapat diimplementasikan oleh dunia industri, pemerintah, maupun masyarakat,” katanya.

Menurut dia, hasil riset perguruan tinggi harus mampu menjadi solusi terhadap berbagai tantangan di bidang kesehatan, pangan, energi, lingkungan, teknologi, sosial, ekonomi, hingga kebijakan publik.

Selain menghasilkan inovasi, para guru besar juga didorong memperluas kolaborasi lintas disiplin ilmu dan membangun jejaring kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya saing Universitas Andalas sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional.

“Sinergi tersebut akan memperkuat daya saing Universitas Andalas sekaligus meningkatkan kontribusi kita dalam pembangunan nasional dan pencapaian Sustainable Development Goals,” ujarnya.

Efa menambahkan, keberhasilan sebuah universitas pada masa mendatang tidak hanya diukur dari jumlah publikasi ilmiah, paten, maupun posisi dalam pemeringkatan internasional. Lebih dari itu, keberhasilan ditentukan oleh sejauh mana ilmu pengetahuan yang dihasilkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Karena itu, mari kita jadikan setiap capaian akademik sebagai bagian dari upaya menghadirkan perubahan yang positif dan berkelanjutan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, UNAND mengukuhkan tujuh guru besar baru, yakni Prof. Silvia Rosa, Prof. Helmizar, Prof. Ike Revita, Prof. dr. Rima Semiarty, Prof. Azrimaidaliza, Prof. Masyhuri Hamidi, dan Prof. Mas Mera.

Dengan tambahan tersebut, jumlah guru besar tetap Universitas Andalas kini mencapai 230 orang. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam menjadi fakultas dengan jumlah guru besar terbanyak, yakni 41 orang, disusul Fakultas Teknik sebanyak 34 guru besar serta Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan yang masing-masing memiliki 29 guru besar. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |