Pascagalodo Solok, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Sumbar

8 hours ago 10

Langgam.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Sumatra Barat (Sumbar) untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumbar. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko genangan, banjir, hingga longsor di daerah rawan.

Ketua Tim Publikasi dan Diseminasi BMKG Minangkabau Yudha Nugraha mengatakan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih ada dalam beberapa hari ke depan.

“Masih ada, diprakirakan dengan intensitas sedang hingga lebat,” kata Yudha, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, potensi hujan tersebut perlu diwaspadai di sebagian besar wilayah Sumbar. Daerah yang berpotensi terdampak di antaranya Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Padang Panjang, Kabupaten Solok, Sijunjung, Solok Selatan, Dharmasraya dan daerah sekitarnya.

Yudha juga menjelaskan kondisi hujan saat galodo menerjang Kabupaten Solok sebelumnya. Berdasarkan pengamatan BMKG, curah hujan saat kejadian tersebut masuk kategori hujan sedang.

“Ditinjau dari intensitas curah hujannya masuk dalam kategori hujan sedang sebesar 41 milimeter dari Pos Hujan Lembang Jaya dan 30,4 milimeter dari ARG Solok,” ujarnya.

Untuk kondisi cuaca sepekan ke depan, Yudha mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Secara umum, kondisi cuaca diprakirakan didominasi berawan hingga hujan ringan di sejumlah kabupaten dan kota. Namun, beberapa wilayah berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan menjadi sedang hingga lebat.

Masyarakat yang beraktivitas di daerah rawan genangan diminta memperhatikan kondisi drainase lingkungan. Kebersihan saluran air perlu dijaga untuk mengurangi risiko genangan saat hujan deras.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar rutin memperbarui informasi prakiraan dan peringatan cuaca. Informasi tersebut penting menjadi pertimbangan dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut dan udara, maupun kegiatan di luar ruangan seperti olahraga dan wisata.

Menghadapi potensi cuaca ekstrem, Yudha menambahkan, BMKG telah memberikan sejumlah saran kepada pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dampak hujan sedang hingga lebat.

Pertama, pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan infrastruktur dan lingkungan. Di antaranya dengan membersihkan drainase kota serta aliran sungai untuk mengurangi risiko genangan dan banjir luapan.

Pemangkasan pohon tua atau berukuran besar di sepanjang jalan utama juga disarankan untuk mengantisipasi dampak angin kencang dan hujan lebat.

Kedua, mitigasi bencana perlu diperkuat di wilayah rawan. Pengawasan dan kesiapsiagaan terutama diperlukan di kawasan perbukitan dan tebing yang rawan longsor serta bantaran sungai yang berpotensi terdampak banjir.

Ketiga, komunikasi dan informasi publik perlu diperkuat. Pemerintah daerah diminta mengoptimalkan kanal komunikasi resmi, seperti media sosial, grup komunikasi warga dan kanal kedaruratan untuk menyebarkan pembaruan peringatan cuaca dari BMKG secara cepat.

Masyarakat yang tinggal di lereng bukit dan bantaran sungai juga diminta meningkatkan kewaspadaan. Pengguna jalan diimbau berhati-hati karena hujan dapat membuat jalan licin dan mengurangi jarak pandang.

Keempat, sektor kebencanaan perlu diaktifkan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait disarankan memastikan posko siaga bencana BPBD berjalan serta personel BPBD, Tim SAR dan relawan dalam kondisi siaga.

“Kesiapsiagaan tersebut juga perlu didukung dengan memastikan peralatan evakuasi tersedia dan siap digunakan, seperti perahu karet, tenda pengungsian, serta perlengkapan logistik awal,” pungkasnya. (WAN)

Read Entire Article
Pekerja | | | |