Tak Sempat Bawa Barang, Korban Galodo Solok Kini Butuh Perlengkapan Bayi

5 hours ago 6

Langgam.id – Sejumlah keluarga yang terdampak banjir bandang atau galodo di kawasan Arosuka, Nagari Batang Barus, Kabupaten Solok, masih bertahan di pengungsian, Rabu (23/9/2026).

Di tengah kondisi itu, kebutuhan perlengkapan bayi, popok, pakaian hingga perlengkapan mandi menjadi persoalan yang harus mereka hadapi.

Informasi yang dihimpun Langgam.id, pemerintah daerah menyediakan dua lokasi pengungsian bagi warga terdampak, yakni di rumah dinas Bupati Solok dan Wakil Bupati Solok.

Di rumah dinas Bupati Solok yang berada di belakang kawasan Tugu Ayam, sejumlah keluarga terlihat menempati ruangan untuk berlindung sementara. Para pengungsi terdiri dari lansia, ibu-ibu, anak-anak hingga balita.

Sedikitnya 17 orang mengungsi di rumah dinas tersebut. Mereka merupakan warga yang terdampak langsung banjir bandang yang menerjang kawasan bantaran Batang Baliang pada Senin (21/9/2026) malam.

Dina Mariana, seorang pengungsi mengatakan dirinya bersama keluarga sempat menyelamatkan diri ke Masjid Haji Alius di Jalan Lingkar Baru saat material galodo datang.

“Ketika kejadian, kami langsung menyelamatkan diri. Sempat berlindung di masjid,” kata Dina saat ditemui Langgam.id, Rabu (23/9/2026).

Dina kemudian pindah ke rumah dinas Bupati Solok pada Selasa (22/9/2026). Ia memilih lokasi ini karena membawa anak-anak, termasuk seorang balita, serta anggota keluarga lanjut usia.

“Saya baru pindah ke sini kemarin. Di sini lebih aman karena ada anak-anak, balita, dan lansia,” ujarnya.

Saat menyelamatkan diri, Dina mengaku tidak sempat membawa banyak barang dari rumah. Ia hanya membawa beberapa helai pakaian anak-anak dan satu selimut.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan sehari-hari menjadi persoalan selama berada di pengungsian. Saat ini, Dina membutuhkan perlengkapan untuk anaknya.

“Yang dibutuhkan sekarang perlengkapan bayi, seperti perlengkapan mandi dan pampers. Waktu menyelamatkan diri memang tidak sempat membawa apa-apa,” ungkapnya.

Selain perlengkapan bayi, pakaian juga menjadi kebutuhan. Beberapa pakaian yang dikenakannya saat ini merupakan pinjaman dari temannya.

“Kalau pakaian, ada yang dipinjamkan teman,” ucap Dina.

Ia juga belum dapat melihat langsung kondisi rumahnya setelah diterjang galodo. Kondisi di sekitar lokasi yang belum memungkinkan, ditambah harus menjaga balita, membuatnya masih bertahan di pengungsian.

Dina baru mendapat informasi bahwa rumahnya dipenuhi material lumpur hingga setinggi lutut orang dewasa. Untuk membersihkannya, diperlukan bantuan alat berat.

“Saya belum sempat melihat kondisi rumah. Katanya lumpurnya sampai setinggi lutut dan perlu alat berat untuk membersihkannya,” tuturnya.

Dina berharap bantuan segera disalurkan kepada para korban, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi yang membawa bayi dan anak-anak.

Ia juga berharap kondisi segera memungkinkan sehingga dapat kembali melihat rumah dan mengetahui kondisi tempat tinggalnya setelah diterjang galodo.

“Saya berharap bantuan segera datang khususnya untuk anak-anak dan saya bisa melihat lagi kondisi rumah,” tuturnya. (WAN)

Read Entire Article
Pekerja | | | |