Langgam.id – Upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) perkebunan terus dilakukan di Sumatra Barat (Sumbar). Salah satunya melalui Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun Angkatan I yang digelar Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) tersebut berlangsung selama enam hari, 17-22 September 2026, di Axana Hotel, Padang.
Sebanyak 30 pekebun asal Kabupaten Pasaman Barat mengikuti pelatihan tersebut. Peserta terdiri dari 20 laki-laki dan 10 perempuan.
Kepala Bagian Umum BBPMKP Ridwan Santosa mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi BPDP dan BBPMKP dalam meningkatkan kompetensi serta kapabilitas pelaku perkebunan.
“Pada tahun 2026 merupakan tahun kelima BPDP mempercayakan kembali peningkatan kompetensi dan kapabilitas SDM perkebunan kepada BBPMKP,” kata Ridwan saat membuka kegiatan, Kamis (17/9/2026).
Menurut Ridwan, pelatihan ini tidak hanya ditujukan untuk menambah pengetahuan peserta, tetapi juga membangun kesadaran mengenai pentingnya kebersamaan dalam kelompok pekebun.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengaktifkan kelompok, memahami pentingnya kemitraan dalam pengelolaan usaha, serta membangun jejaring kerja sama yang dapat mendukung perkembangan usaha perkebunan.
Materi yang diberikan disusun berdasarkan keputusan Direktur Jenderal terkait. Beberapa materi utama meliputi peningkatan kesadaran kelompok, kemitraan usaha pekebun, pengelolaan kelompok, pembangunan jejaring, dinamika kelompok, penguatan penumbuhan kebersamaan pekebun, hingga overview dan integrasi.
Dalam proses pembelajaran, peserta akan didampingi praktisi dan fasilitator dari berbagai instansi. Mereka berasal dari Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumbar, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, serta BBPMKP.
Pelatihan menggunakan pendekatan pendidikan orang dewasa atau andragogi. Peserta tidak hanya menerima materi melalui ceramah, tetapi juga mengikuti diskusi, simulasi, permainan, dan praktik.
Ridwan menambahkan, peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, menyelesaikan pre-test dan post-test, melakukan evaluasi penyelenggaraan dan fasilitator, serta menyusun rencana tindak lanjut akan mendapatkan sertifikat yang ditandatangani Kepala BBPMKP.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPDP yang kembali memberikan kepercayaan kepada BBPMKP untuk menyelenggarakan program peningkatan kapasitas SDM perkebunan.
“Tahun 2026 merupakan tahun kelima pelaksanaan Program Pengembangan SDM Perkebunan yang telah memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas pekebun di Indonesia,” ujarnya.
Apresiasi turut diberikan kepada Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumbar serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat yang mendukung proses seleksi hingga pengiriman peserta pelatihan.
Ridwan menilai penguatan SDM menjadi kebutuhan penting karena sektor perkebunan memiliki posisi strategis dalam pembangunan pertanian. Selain menjadi sumber penghidupan masyarakat, perkebunan berkontribusi terhadap perekonomian, penyerapan tenaga kerja, devisa, dan pengembangan wilayah.
Sejumlah komoditas seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, kelapa, teh, tebu, dan lada menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, sektor perkebunan menghadapi tantangan yang terus berkembang, mulai dari perubahan iklim, kondisi pasar global, perkembangan teknologi hingga persaingan usaha. Situasi tersebut menuntut pekebun memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan meningkatkan kapasitas secara berkelanjutan.
Karena itu, peningkatan kualitas SDM tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun sektor perkebunan yang kuat. Penguatan pengetahuan, keterampilan, kelembagaan kelompok, serta jejaring kemitraan menjadi bagian penting selain dukungan terhadap sarana dan prasarana.
Sementara itu, Kabid Perkebunan Tanaman Tahunan dan Penyegar Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumbar, Herri Myzani, menyampaikan apresiasi kepada BBPMKP dan BPDP yang telah memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas pekebun, keluarga pekebun, dan SDM perkelapa-sawitan di Sumbar.
Kata dia, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat dan perekonomian Sumbar.
“Di balik setiap hektare kebun kelapa sawit terdapat keluarga pekebun yang menggantungkan kehidupan dan masa depan keluarganya pada komoditas ini. Ketika kita berbicara mengenai pembangunan kelapa sawit, kita sesungguhnya sedang berbicara mengenai peningkatan kesejahteraan pekebun,” ungkapnya.
Herri menilai dukungan BBPMKP dan BPDP memiliki arti penting dalam pembangunan perkelapa-sawitan, terutama melalui program peningkatan kapasitas dan pengembangan SDM pelaku usaha perkebunan.
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Peserta diminta membawa pengetahuan tersebut ke kelompok dan lingkungan masing-masing.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada ruang pelatihan ini saja. Setelah kembali ke daerah masing-masing, bawa pulang ilmu, pengalaman dan semangat kebersamaan yang diperoleh dari kegiatan ini,” pungkasnya. (WAN)


















































