Telusuri Jejak Leluhur, Perempuan Belanda Marlou Geraedts Datangi PT Semen Padang

6 hours ago 14

Langgam.id — Sejarah lebih dari satu abad PT Semen Padang membawa Marlou Geraedts, perempuan asal Belanda berusia 24 tahun, datang ke Kota Padang. Ia mengunjungi PT Semen Padang pada Senin (14/9/2026) untuk menelusuri jejak keluarganya yang memiliki keterkaitan dengan fase awal berdirinya industri semen di Indonesia.

Kunjungan tersebut menjadi perjalanan personal bagi Marlou. Ia ingin melihat secara langsung tempat, dokumen, dan peninggalan sejarah yang selama ini hanya diketahuinya melalui cerita keluarga.

Marlou merupakan keturunan generasi kelima Jan Cornelis Veth atau dikenal sebagai Jan Veth, salah seorang tokoh yang memiliki peran dalam sejarah awal berdirinya PT Semen Padang.

Garis keturunannya berasal dari Cornelis Gerard, salah satu putra Jan Cornelis Veth. Cornelis Gerard merupakan saudara Bastiaan “Bas” Veth dan Franz Herman Veth. Ketiganya dikenal sebagai pendiri Firma Gebroeders Veth, perusahaan yang bergerak di bidang kopi dan kertas serta memiliki keterkaitan dengan permodalan pendirian Nederlandsch-Indische Portland Cement Maatschappij (NIPCM), yang kini dikenal sebagai PT Semen Padang.

Indonesia sebenarnya bukan tujuan awal Marlou ketika melakukan perjalanan ke kawasan Asia Tenggara. Keputusannya datang ke Indonesia muncul setelah mendapat informasi dari ibunya mengenai sejarah keluarganya di Kota Padang.

“Ibu saya bercerita mengenai sejarah keluarga kami di Indonesia. Karena itu, saya ingin kembali melihat sejarah keluarga saya dan memahami lebih jelas peran yang mereka miliki dalam pendirian PT Semen Padang,” kata Marlou, dari siaran resmi Semen Padang, Kamis (17/9/2026).

Menurut Marlou, sejarah keluarganya di Indonesia merupakan bagian yang menarik sekaligus kompleks. Karena itu, ia tidak ingin hanya mengetahuinya dari cerita yang diwariskan keluarganya.

“Ini merupakan bagian dari sejarah keluarga kami yang cukup kontroversial, dan karena itu saya ingin mempelajarinya lebih jauh,” ujarnya.

Untuk memahami sejarah tersebut, Marlou mengunjungi Pusat Kearsipan PT Semen Padang. Di sana, ia melihat berbagai dokumen dan arsip yang merekam perjalanan perusahaan, termasuk informasi mengenai fase awal berdirinya industri semen di Padang.

Arsip tersebut menjadi penting bagi Marlou karena memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai kondisi pada masa lalu. Ia juga mendapat penjelasan mengenai berbagai proses yang berlangsung pada masa awal pembangunan perusahaan, termasuk proses pembebasan lahan.

Informasi tersebut menarik perhatian Marlou karena memberikan perspektif berbeda terhadap sejarah yang selama ini ia kenal melalui cerita keluarganya.

“Saya ingin mengetahui lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi pada masa itu dan memahami sejarah tersebut dari sumbernya secara langsung,” katanya.

Setelah melihat arsip, Marlou melanjutkan kunjungan ke Pabrik Indarung I. Ia melihat langsung kawasan yang menjadi saksi awal perjalanan industri semen di Indonesia sekaligus cikal bakal perjalanan panjang PT Semen Padang.

Di kawasan tersebut, Marlou berkeliling di sejumlah area sambil mendapatkan penjelasan mengenai sejarah pabrik dan proses produksi semen pada masa awal.

Bagi Marlou, pengalaman tersebut memberikan gambaran yang berbeda dibandingkan hanya membaca atau mendengar cerita mengenai sejarah keluarganya.

Tempat yang sebelumnya hanya hadir dalam cerita keluarga kini dapat dilihat secara langsung. Begitu pula dengan dokumen sejarah yang memberikan gambaran mengenai kondisi sosial dan ekonomi pada masa awal pembangunan industri semen.

Marlou mengaku senang dapat datang ke PT Semen Padang dan melihat langsung tempat yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan keluarganya.

“Saya sangat senang bisa datang ke sini dan melihat langsung tempat yang memiliki keterkaitan dengan sejarah keluarga saya. Saya juga senang dapat mengetahui bagaimana perjalanan Semen Padang selama 116 tahun dan bagaimana perusahaan ini berkembang hingga sekarang,” tuturnya.

Kunjungan Marlou sekaligus memperlihatkan bahwa perjalanan sejarah PT Semen Padang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perusahaan dan industri di Indonesia. Lebih dari satu abad setelah fase awal pendiriannya, jejak tersebut masih ditelusuri oleh keturunan keluarga yang memiliki keterkaitan dengan sejarah perusahaan.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menyambut baik kunjungan Marlou. Menurutnya, kedatangan tersebut menjadi momentum menarik karena sejarah perusahaan ternyata masih ditelusuri oleh generasi keturunan keluarga yang memiliki keterkaitan dengan masa awal berdirinya PT Semen Padang.

“PT Semen Padang menyambut baik kunjungan Marlou Geraedts. Bagi kami, ini menjadi sebuah momentum yang menarik karena sejarah perusahaan ternyata tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan PT Semen Padang, tetapi juga masih ditelusuri oleh generasi keturunan keluarga yang memiliki keterkaitan dengan sejarah awal berdirinya perusahaan,” kata Win.

Ia berharap kunjungan tersebut dapat memperkuat pemahaman mengenai sejarah perusahaan sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk melihat perjalanan industri semen dari perspektif yang lebih luas.

Bagi Marlou, perjalanan ke Padang bukan sekadar kunjungan ke sebuah perusahaan. Perjalanan tersebut menjadi upaya untuk menemukan kembali potongan sejarah keluarganya yang telah berlangsung lebih dari satu abad lalu.

Dari arsip hingga bangunan tua di Indarung I, Marlou mencoba menyusun kembali cerita tentang leluhurnya sekaligus memahami bagaimana sebuah perjalanan sejarah keluarga kemudian berkelindan dengan lahirnya industri semen pertama di Indonesia. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |