Langgam.id — Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Sumatera Barat menjadikan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tenis Meja 2026 sebagai momentum memperkuat pembinaan atlet sekaligus mempersiapkan agenda kompetisi berkelanjutan menuju Porprov Sumbar dan PON 2028.
Kejurprov yang berlangsung di Hall SMKN 2 Payakumbuh pada 10–12 Juli 2026 itu diikuti atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar. Selain menjadi ajang perebutan gelar juara, kejuaraan ini juga menjadi sarana evaluasi hasil pembinaan atlet di daerah.
Ketua Pelaksana, M. Yasir Arafat, mengatakan Kejurprov menjadi tolok ukur perkembangan pembinaan yang dilakukan masing-masing daerah.
“Melalui kejuaraan ini kita sudah bisa melihat hasil pembinaan yang dilakukan daerah, terutama untuk persiapan menghadapi berbagai agenda pertandingan, termasuk Porprov,” katanya saat pembukaan.
Kejurprov mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari kelompok usia, tunggal umum, hingga kategori veteran dan eksekutif. Nomor tunggal umum putra menjadi yang terbanyak dengan diikuti 40 atlet, sedangkan tunggal umum putri diikuti 27 atlet.
Ketua Pengprov PTMSI Sumbar, Gustami Hidayat, mengatakan pada 2026 pihaknya berhasil menggelar dua kali Kejurprov berkat dukungan dana pokok pikiran anggota DPRD Sumbar. Menurutnya, frekuensi kejuaraan akan terus ditingkatkan agar atlet memiliki lebih banyak kesempatan bertanding.
Ia mengungkapkan, PTMSI telah menyiapkan kalender kejuaraan pada 2027 dengan rencana pelaksanaan di Kota Pariaman, Dharmasraya, Kabupaten Solok, dan Pesisir Selatan.
“Kita ingin semakin banyak sarana bagi atlet untuk meningkatkan prestasi. Pengurus tenis meja di daerah juga harus proaktif sehingga pembinaan tidak hanya bergantung pada tingkat provinsi,” ujarnya.
Selain membina atlet, PTMSI Sumbar juga berencana menggelar kejuaraan tenis meja antar kepala sekolah dan guru sebagai bagian dari upaya membudayakan olahraga tersebut di tengah masyarakat.
Dalam waktu dekat, fokus PTMSI Sumbar adalah mempersiapkan atlet menghadapi Kejuaraan Nasional di Lampung pada September 2026, sebelum melanjutkan persiapan menuju Porprov Sumbar yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026 dengan cabang tenis meja dipusatkan di Kota Padang.
Gustami menegaskan Porprov harus menjadi ajang pembinaan atlet asli Sumatera Barat. Karena itu, ia meminta seluruh kabupaten dan kota tidak mengandalkan atlet dari luar daerah demi mengejar prestasi.
“Kita ingin Porprov menjadi ajang pembinaan atlet daerah. Jangan hanya mengejar medali dengan menggunakan atlet dari luar Sumbar, karena itu tidak memberikan kebanggaan dan manfaat bagi pembinaan olahraga kita,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, mengatakan pembinaan atlet menuju PON 2028 telah dimulai sejak awal tahun. Saat ini, KONI Sumbar membina 154 atlet yang menerima uang pembinaan setiap bulan sebagai bagian dari program peningkatan prestasi.
Ia menilai sinergi antara KONI dan seluruh pengurus cabang olahraga menjadi kunci agar prestasi olahraga Sumbar terus meningkat di tingkat nasional.
“Mari sama-sama kita menggapai prestasi untuk mengharumkan nama Sumatera Barat,” katanya. (HER)

















































