Kondisi SMPN 41 Padang yang masih dipenuhi material lumpur pascabanjir. (Foto: Ghaffar Ramdi/Langgam.id)
Langgam.id – SMP Negeri 41 Kota Padang salah satu sekolah yang mengalami dampak cukup parah akibat banjir pada Senin (3/8/2026). Banyak fasilitas pendidikan yang rusak sehingga aktifitas belajar mengajar belum bisa dilakukan.
Kepala SMP Negeri 41 Kota Padang Amridas mengatakan, pihaknya saat ini masih mendata seluruh fasilitas sekolah yang rusak maupun yang masih dapat digunakan.
Ia menyebutkan banjir tidak hanya merendam ruang kelas, tetapi juga merusak berbagai aset sekolah. Sejumlah meja dan kursi dilaporkan hanyut terbawa arus.
Sementara buku-buku pelajaran dan sejumlah dokumen penting sekolah mengalami kerusakan akibat terendam air dan lumpur.
“Sedang kami inventarisasi, meja, kursi, buku-buku pelajaran, serta perlengkapan sekolah lainnya yang masih layak dipakai. Meja dan kursi yang masih bisa digunakan akan kami masukkan kembali ke dalam kelas, setelah itu baru dihitung jumlah keseluruhannya,” ujar Amridas, Jumat (7/8/2026).
Ia mengungkapkan, pihak sekolah telah mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Kota Padang untuk mendukung pemulihan pascabanjir, terutama bagi siswa yang kehilangan perlengkapan sekolah.
Saat banjir terjadi, para guru telah meminta siswa segera pulang demi keselamatan. Namun, sebagian siswa meninggalkan tas mereka di dalam kelas karena khawatir basah saat perjalanan pulang. Setelah banjir merendam sekolah, tas beserta isinya tersapu arus dan material banjir.
“Karena itu kami mengusulkan bantuan berupa buku, seragam, sepatu, dan perlengkapan sekolah lainnya bagi siswa yang terdampak langsung,” katanya.
Amridas berharap proses inventarisasi kerusakan dapat segera diselesaikan sehingga bantuan yang dibutuhkan bisa segera disalurkan. Dengan begitu, kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung tanpa terkendala minimnya fasilitas penunjang pendidikan.
“Kami berharap setelah pendataan selesai, bantuan bisa segera direalisasikan karena seluruh kebutuhan itu akan langsung digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar ketika sekolah kembali dibuka,” tuturnya. (WAN)
















































