Langgam.id — Universitas Andalas kembali menghadirkan kuliah umum inspiratif bagi mahasiswa melalui tema “Peran Strategis Manajemen Risiko dalam Mendorong Keberlanjutan Korporasi Energi” yang menghadirkan Direktur Manajemen Risiko Pertamina New & Renewable Energy, Iin Febrian.
Kuliah umum yang berlangsung di Fakultas Teknik Unand itu membahas berbagai pengalaman profesional di dunia industri energi, mulai dari pentingnya passion, kepemimpinan, budaya kerja, hingga kemampuan beradaptasi di tengah perubahan yang semakin cepat.
Dalam paparannya, Iin menekankan terdapat tiga fondasi utama yang menentukan keberhasilan seseorang di dunia kerja, yakni passion, semangat dan motivasi, serta leadership dan kemampuan eksekusi.
Menurut dia, seseorang yang bekerja tanpa passion cenderung menjalani pekerjaan tanpa energi dan makna. Namun, passion tidak selalu hadir sejak awal, melainkan dapat tumbuh ketika seseorang menemukan arti dari pekerjaan yang dijalani.
“Kadang passion muncul bukan karena kita langsung berada di tempat impian, tetapi karena kita menemukan makna dari pekerjaan yang kita jalani,” ujar Iin.
Ia kemudian membagikan pengalaman saat pertama kali bergabung dengan Pertamina pada 2002. Ketika itu, ia berharap ditempatkan di bidang produksi, tetapi justru mendapat penugasan di bidang penjualan atau sales.
Meski sempat kecewa, ia memilih mempelajari bidang tersebut secara serius hingga akhirnya dipercaya menjadi kepala cabang termuda dan kemudian general manager termuda di perusahaan.
Pengalaman lain yang turut dibagikan ialah saat memimpin MOR Papua yang ketika itu berada di peringkat terakhir dari delapan wilayah operasional perusahaan. Menurut dia, melalui penguatan motivasi tim, peningkatan pelayanan pelanggan, serta monitoring yang konsisten, wilayah tersebut mampu menjadi MOR terbaik hanya dalam waktu sekitar tiga bulan.
Selain soal kepemimpinan, Iin juga menekankan pentingnya menjadi pembelajar sepanjang hayat. Pengalamannya mengikuti program di Harvard University membuatnya memahami bahwa proses belajar tidak hanya berasal dari dosen, tetapi juga dari diskusi dan pengalaman orang lain.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Unand, Is Prima Nanda, mengatakan kuliah umum tersebut menjadi ruang pembelajaran penting bagi mahasiswa untuk memahami realitas dunia industri secara langsung dari praktisi.
Menurut dia, mahasiswa teknik saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik dan teknis, tetapi juga harus memiliki karakter kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta daya adaptasi tinggi terhadap perubahan.
“Kami ingin mahasiswa Fakultas Teknik tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja yang dinamis. Pengalaman dan insight yang dibagikan narasumber hari ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana leadership, budaya kerja, dan kemampuan beradaptasi sangat menentukan keberhasilan di dunia profesional,” kata Is Prima Nanda.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat kesiapan lulusan Fakultas Teknik Unand menghadapi tantangan industri energi dan dunia kerja global di masa depan. (HER)
















































