Triwulan I 2026: Aset Perbankan Syariah Sumbar Tembus Rp14,84 Triliun

7 hours ago 9

Langgam.id — Kinerja perbankan syariah di Sumatera Barat terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga akhir Maret 2026, total aset perbankan syariah di daerah itu mencapai Rp14,84 triliun atau tumbuh 13,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat, Roni Nazra, mengatakan pertumbuhan aset tersebut mencerminkan semakin kuatnya peran industri keuangan syariah dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan pembangunan daerah.

“Perbankan syariah di Sumatera Barat terus menunjukkan perkembangan yang baik. Pertumbuhan aset, penghimpunan dana, maupun pembiayaan mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap layanan keuangan syariah,” kata Roni dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (30/5/2026).

Selain pertumbuhan aset, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah juga tercatat meningkat. Hingga Maret 2026, total DPK mencapai Rp11,27 triliun atau tumbuh 3,04 persen secara tahunan (year on year).

Sementara itu, penyaluran pembiayaan tumbuh lebih tinggi, yakni mencapai Rp12,71 triliun atau meningkat 14,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan pembiayaan tersebut menunjukkan perbankan syariah tetap agresif dalam mendukung kebutuhan pendanaan masyarakat dan pelaku usaha.

Di tengah pertumbuhan tersebut, kualitas pembiayaan juga masih terjaga. Rasio Non Performing Financing (NPF) tercatat sebesar 1,75 persen, meski sedikit meningkat dibandingkan posisi Maret 2025 yang sebesar 1,49 persen. Angka tersebut masih berada pada level yang relatif aman bagi industri perbankan.

Roni menilai capaian sektor perbankan syariah sejalan dengan kondisi ekonomi Sumatera Barat yang terus tumbuh. Pada triwulan I 2026, perekonomian Sumbar tercatat tumbuh 5,02 persen secara tahunan, didukung oleh aktivitas konsumsi masyarakat, investasi, serta kinerja sejumlah sektor usaha.

Menurut dia, sektor jasa keuangan, termasuk perbankan syariah, memiliki peran penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah melalui fungsi intermediasi yang berjalan baik.

“Pertumbuhan sektor jasa keuangan yang sehat menjadi fondasi penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pembangunan daerah. Kami berharap tren positif ini terus berlanjut sehingga dapat memperkuat inklusi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Secara keseluruhan, industri perbankan di Sumatera Barat juga mencatatkan kinerja yang solid. Hingga Maret 2026, total aset perbankan mencapai Rp86,74 triliun, tumbuh 3,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penyaluran kredit dan pembiayaan tercatat sebesar Rp75,50 triliun, sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp62,92 triliun.

OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan yang tetap terjaga menjadi modal penting bagi Sumatera Barat untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai tantangan ekonomi global maupun nasional. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |